Foto Pimpinan

Drs. KH. TAUFIQURROHMAN, S.H., M.H.
KETUA
Drs. NASRULLOH, S.H.
WAKIL KETUA

Survey

Buku Tamu

IZIN POLIGAMI
Yaitu permohonan izin untuk beristeri lebih dari seorang yang
diajukan oleh suami.

Prosedurnya sebagai berikut:

  1. Suami yang telah beristeri seorang atau tiga orang yang menghendaki kawin lagi (Pemohon), mengajukan permohonan tertulis ke pengadilan;
  2. Permohonan diajukan ke pengadilan agama di tempat tinggal Pemohon;
  3. Permohonan harus memuat:
      • Identitas para pihak (Pemohon dan Termohon = isteri);
      • Posita (yaitu: alasan-alasan/dalil yang mendasari diajukannya, rincian harta kekayaan dan/atau jumlah penghasilan, identitas calon isteri),
      • Petitum (yaitu hal yang dimohon putusannya dari pengadilan).
      • Alasan izin poligami harus mencakup salah satu dari alasan-alasan yang tercantum pada pasal 4 ayat (2) UU no. 1 tahun 1974, jo. Pasal 57 Kompilasi Hukum Islam, yaitu:
        1. Isteri tidak dapat menjalankan kewajiban sebagai isteri;
        2. Isteri mendapat cacat badan atau penyakit yang tidak dapat disembuhkan;
        3. Isteri tidak dapat melahirkan keturunan;
      • Harus memenuhi syarat sebagaimana tercantum pada pasal 5 ayat (1) UU No. 1 tahun 1974, yaitu;
        1. Adanya persetujuan isteri;
        2. Adanya kepastian bahwa suami mampu menjamin keperluan-keperluan hidup isteri-isteri dan anak-anak mereka;
        3. Adanya jaminan bahwa sumi akan berlaku adil terhadap isteri-isteri dan anak-anak;