Foto Pimpinan

Drs. KH. TAUFIQURROHMAN, S.H., M.H.
KETUA
Drs. NASRULLOH, S.H.
WAKIL KETUA

Survey

Buku Tamu

PEMBATALAN NIKAH:
yaitu permohonan yang diajukan oleh pihak isteri, suami,
keluarga dalam garis lurus ke atas suami atau isteri, dan pejabatyang berwenang/pejabat tertentu untuk membatalkan suatu pernikahanyang telah tercatat dengan resmi;

Prosedurnya sebagai berikut:

  1. Pihak yang menghendaki pembatalan nikah, mengajukan permohonan tertulis kepada pengadilan;
  2. Permohonan harus memuat:
    • Identitas para pihak (Pemohon dan Termohon),
    • Posita (yaitu: alasan-alasan/dalil yang mendasari diajukannya permohonan),
    • Petitum (yaitu hal-hal yang dimohon putusannya dari pengadilan).
    • Alasan pembatalan nikah antara lain:
        1. Pihak suami telah menikah lagi (polygami) tanpa izin pengadilan;
        2. Pihak isteri telah menikah lagi padahal masih terikat perkawinan dengan laki-laki lain (belum bercerai), atau masih dalam masa iddah;
        3. Pernikahan dilakukan oleh PPN yang tidak berwenang;
        4. Pernikahan menggunakan wali nikah yang tidak sah;
        5. Pernikahan dilakukan tanpa disaksikan 2 orang saksi;
        6. Pernikahan dilakukan di bawah ancaman;
        7. Pernikahan melanggar batas umur perkawinan;
        8. Pada waktu dilangsungkan pernikahan terjadi salah sangka mengenai diri suami atau isteri;
  • Permohonan diajukan ke pengadilan di daerah hukum perkawinan dilangsungkan atau di tempat tinggal suami-isteri;